Indahnya Berjilbab
indahnya berjilbab…..indahnyahidupku……
saya sendiri sama dengan kebanyakan gadis di luar sana yang tidak mengetahui secara pasti apa yang mendorong saya untuk mengenakan mahkota islamiah itu…..
saya dahulu berpakaian seperti layaknya gadis gadis pada umumnya…..bersekolah dengan rok dan kemeja berlengan pendek……bepergian dengan celana santai dan kaus lengan pendek…..membiarkan rambut indah saya mengikuti tarian angin…….tanpa peduli dengan apa itu jilbab…dan kenap sebagian wanita disekitar saya mengenakannya…..
sampai akhirnya saya bersekolah di sebuah smk di salah satu kota kecil di jawa tengah…di purwokerto…..tadinya saya sempat berfikir bahwa smk itu identik dengan penduduknya yang mayoritas dari kaum adam….tapi ternyata di smk tempat saya bersekolah dulu…banyak juga kaum hawanya…..dan disitulah saya mulai mengetahui sedikit demi sedikit tentang jilbab….
saya adalah seorang yang aktif dalam kegiatan sekolah…termasuk salah satunya adalah ROHIS…walaupun banyak yang bilang ROHIS itu kumpulannya anak anak muna’…tapi saya tidak peduli..saya anggap saja itu ungkapan sirik dari kawan kawan yang tidak pernah memiliki kesempatan untuk bergabung dengan organisasi yang penuh manfaat ini…..
setiap jumat rohis di sekiolah saya mengadakan kajian untuk para akhwat…dan disitulah saya tahu bahwa mereka memanggil saya dengan sebutan “ukhti..” ..mereka menyebut mas mas di luar sana dengan sebutan “akhi” ….
….setiap hari jumat saya mengikuti kajian dengan berbagai macam tema yang menarik…..dan setiap jumat pula saya selalu disejukkan oleh pemandangan indah di depan kedua mata saya….heem…kakak kelas saya yang menjadi pengurus rohis saat itu semuanya berjilbab…dan semuanya tampak cantik sekali dengan jilbab mereka yang sesekali berkibar tertiup angin…..entah kenapa tiba tiba saya ingin memakai pakaian itu.,……
…..entah kenapa rasanya ingin..ingin..dan ingiiiinn…sekali………
saya mencoba bercerita ke beberapa teman….namun agaknya teman teman saya kurang mendukung saya….mereka kebanyakan berkata..”jangan dulu,,,kalau kamu belum siap..”…atau..”jilbabi hati kamu dulu..baru diri kamu….” ….. atau… “kamu pakai jilbab?kelakuan kamu aja kaya gitu….” ….hooh…sedihnya..tidak ada yang mendukung saya…..padahal keinginan itu terus menerus berputar putar di benak saya…terus menerus merasuk ke dalam jiwa saya….hingga akhirnya pada suatu jumat….ketika kajian itu bertemakan jilbab……seorang kakak kelas saya mengatakan….
“Wanita yang tidak berjilbab tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Sedangkan bau surga itu tercium dari jarak yang jauh”
dan….DEGH! astaghfirullahal adzim…….astaghfirullah..astaghfirullah….
….jadi wanita seperti saya ini haram memasuki surgaNya??astaghfirullah….astahfirullah….padahal sungguh setiap hari saya sholat hanya untuk Allah…..berdoa kepada Allah agar dapat bertemu dengan jannahNya,….namun ternyata….semua itu akan menjadi mustahil bagi saya apabila saya terus menerus mempertahankan kebodohan saya ini…….
akhirnya….
keesokan harinya…tepat hari Sabtu….tepat pada hari dimana saya genap berusia 17 tahun……ketika ibu saya menelefon saya untuk mengucapkan selamat ulang tahun lengkap dengan semua doa dan harapannya sebagai seorang ibu…….saya menyampaikan niat saya untuk berjilbab mulai hari itu…….*walaupun sebenarnya sempat takut kalau ibu tidak setuju…karena tentu akan makan biaya banyak untuk membeli semua baju dan seragam baru untuk saya
.. ternyata ibu saya sangat gembira mendengar niat baik saya itu..ibu saya sangat mendukung dan sangat meridhoi sekali saya merubah penampilan saya….
alhamdulillah……..
dan sejak itulah…saya menutup semuanya….saya simpan semua pakaian lama saya…tidak akan saya gunakan lagi…..dan alhamdulillah…hingga kini…setelah 4 tahun lamanya…saya masih istiqomah dengan jilbab yang saya kenakan..dan alhamdulillah nya lagi…setelah saya berjilbab…ibu dan kakak perempuan saya pun mengikuti jejak saya untuk berjilbab….
indahnya berjilbab……..
dan sedikit mengutip dari mbak rindu a.k.a ade (my inspirator)
http://rinduku.wordpress.com/2010/04/12/sehelai-kerudung/
“Duhai perempuan berjilbablah dan ALLAH pasti akan menolong kita untuk terjaga dari kerusakan, kecantikan kita tak akan hilang dengan tertutup, bukankah kue dengan bungkus yang indah akan mahal hargannya dibanding kue yang terbuka yang hanya akan jadi santapan lalat”

sayangnya aku laki-laki
sebegitu ngefansnya sm rinduk ya??
apa jgn2 km itu rindu???
06/07/2010 pada 4:12 pm
bukanlah..indah ya indah…mbak rindu ya mbak rindu….
tapi indah emang ngefans banget sama mba rindu….:)
06/07/2010 pada 4:15 pm
sedang kubayangkan perjuangan wanita untuk berjilbab
sepertinya untuk meruntuhkan ego untuk tidak memakainya serta mempertahankan ego dari pandangan orang lain
ahh.. saya menghormati jilbaber (emang udah dari dulu)
07/07/2010 pada 12:36 am
^_^…
perjuangannya memang rruar biasa mas…..harus tidak mempedulikan omongan orang…
dan alhamdulillah kalau sudah mendapat hidayah untuk berjilbab…rasa rasanya..benar benar sudah menatp..dan tidak ada yang bisa menghalangi niat berjilbab itu…
terimakasih telah menghormati jilbaber..
07/07/2010 pada 8:12 am
Luar biasa…
08/07/2010 pada 1:25 pm
luar biasa tapi kok emonya
–sad???
hehe.. luar biasa harusnya—> \^o^/
08/07/2010 pada 1:47 pm
Nggak, saya terharu… makanya saya nangis…
itu air mata takjub…
09/07/2010 pada 10:24 am
oooohh…..terharu..haduuu..indah juga ikut terharu deh..
..
09/07/2010 pada 10:37 am
Saya mengutip dari atas:
Saya ga setuju dengan perkataan teman2 Indah yang begitu. Saya yakin kebanyakan wanita yang belum berjilbab pasti beralasan seperti itu. Saya ga setuju. Kalo ga mulai menutup aurat sejak awal, lalu kapan??
Justru menurut saya yang benar itu tutup dulu aurat, baru perubahan sikap dan hati menyusul. Kalo aurat aja masih diumbar-umbar, mana mungkin bisa siap hatinya? Mana mungkin berubah sikapnya? Kapan bisa siap? Betul nggak? 
Tutupi dulu aurat, supaya gak nambah dosa. Dengan begitu, saya yakin hati dan sikap akan menyesuaikan.
“Kamu kan laki2, mana ngerti perempuan?”
Well, saya emang laki2, tapi justru karena saya laki2, makanya saya bisa punya sudut pandang yang berbeda.
09/07/2010 pada 2:06 pm
bettuuuulll mas…dan indah juga ga setuju sama mereka….makanya indah teteup kekeuh pake jilbab…mau mereka ngomong apa juga…
09/07/2010 pada 4:00 pm
Subhanallah…”Beautiful Of Hijab”
09/07/2010 pada 9:23 pm
nanti insyaAllah indah baca potingan kak zen yang berjudul ‘”beautiful of hijab..”
sekarang bales comment dulu yah..hehee
terimakasih banyak kak zen…sudah mampir ke “gubug” indah
12/07/2010 pada 8:23 am
Kulitnya putih bersih gairahnya tiada diragukan…..
laksana kijang Makkah yang tidak boleh dijadikan buruan…….
dia menjadi perhatian karena perkataannya lembut…..
.Islam menghalanginya untuk mengucapkan perkataan jahat……..
Semoga para wanita wanita di dunia ini mampu memperoleh kedudukan untuk
menjadi Bidadari bidadari yang le…bih mulia dari Bidadari bidadari yang
tidak pernah hidup di dunia ini.Amin
15/07/2010 pada 7:40 pm
Subhanallah..amien…
15/07/2010 pada 8:15 pm
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam kenal dari saya.
12/07/2010 pada 2:35 pm
waalaikumsalam warahmatuyllahi wabarakatuh…
salam kenal juga..
terimakasih kunjungan baliknya.. ^_^
12/07/2010 pada 2:40 pm
askum…lam kenal ya Indah….salut buat jilbabnya…
tukeran link yux…blogku http://ariphholicz.co.cc
15/07/2010 pada 4:22 pm
waalaikumsalam…
terimakasih….
insyaAllah indah pasang tapi besok yah..sabar yah..
15/07/2010 pada 8:14 pm
ndah
fb mu opo sih?
halah
17/07/2010 pada 8:35 pm
hasyaahh..rahasia..:p
19/07/2010 pada 8:15 am
hidayah Allah datangnya tidak dengan serta merta..,hanya orang yang yang mau membuka dan bersih hatinya yang bisa menerima hidayah itu…salut buat Indah…teteap semangat dan istiqomah dalam dakwah…
20/07/2010 pada 11:22 am
^_^ salut juga buat mba rizka….
keep istiqomah juga yah mba rizka cantik….
20/07/2010 pada 11:44 am
Iya mba indah memang kamu lebih indah dengan jilbabmu! Bertahan ya dengan identitas mu sebagai muislimah ….. Aku ikut dukung ko! Salam kenal ya sist …. Allah ma’aky abadan insyaallah …….!!!
24/07/2010 pada 2:08 pm
syukron akh fery… ^_^
salam kenal juga…
28/07/2010 pada 10:45 am
Assalamu’alaikum wr wb. subhanallah.. mmg akan lebih cantik dan anggun perempuan berjilbab. alhamdulillah kudipertemukan Allah swt istri yg berjilbab. smg tetap istiqomah buat Indah.
05/08/2010 pada 2:02 pm
waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh… alhamdulillah…wastaghfirullah..wallahu akbar….
amien,.,,amien.,,,terimakasih mas….
09/08/2010 pada 12:03 pm
“keep istiqomah”
12/08/2010 pada 2:45 pm
“keep istiqomah”
12/08/2010 pada 2:45 pm
insyaAllah..
12/08/2010 pada 4:25 pm
Assalam ukh…
mw numpang tanya…
yg dimaskud dsini ini jilbab atau kerudung yah..???
coz kan kebanyakan masyarakat kita menganggap kerudung sebagai jilbab…padahal keduanya itu beda…jd tlong diperjelas…
afwan wa jazakillah…
18/08/2010 pada 11:03 am
waalaikumsalam warahmatullah…..
waiyyaki ya ukhti…..
ehmm… bagaimana yang membaca mengartikannya saja ukhti,…
insyaAllah kalo keinginan indah ,,,indah ingin menyampaikan itu sebagai “jilbab”
ok?
23/08/2010 pada 8:53 am
Keep Istiqomah ya
26/08/2010 pada 11:53 am
kunjungan balik…
subhanallah,,
ukhti termasuk orang yg beruntung krn terbangun di saat yang tepat,di saat semua lingkungan mendukung,,
aq dulu juga gitu, prnah berada di saat yang tepat,lingkungan yg mendukung sama seperti ukhti tp bedanya aq msh tertidur dr semua itu sampai akhirnya aq tersadar dan merasa kehilangan d saat semuanya telah pergi. akhirnya sekarang aq bingung kesana kemari mncari orang yang bisa mmbimbing aq
semoga ukhti bisa istiqomah di jalan-Nya…
27/08/2010 pada 4:46 pm
dan semoga akhi bisa kembali ke titian jalan yang lurus dan istiqomah di jalanNya..amien..
30/08/2010 pada 10:18 am
Assalamu’alaikum
jadi teringat masa-masa ketika adikku naik ke kelas 2 SMA. Dia meminta ijin untuk berjilbab. Aku menatap matanya. Mencoba meraba hatinya. Tapi tak aku temukan apapun selain kesungguhan. Aku memeluknya dan membisikinya “Isyhadu bi anti muslimatun,” Kami menangis bersama.
Dan Alhamdulillah sampai sekarang, empat tahun sudah, dia istiqomah dengan jilbabnya. Bahkan dipercaya memimpin lembaga dakwah di kampusnya.
Semoga istiqomah juga senantiasa bersemayam dalam qolbu, lisan dan tindakan ukhti…
28/08/2010 pada 12:07 am
waalaikumsalam warahmatullah…
wah…. melting moment…. indah terharu banget ngebaca komen ini.,…..
subhanallah…. indahnya berjilbab….amien..amien…semoga indah bisa selalu istiqomah…
30/08/2010 pada 10:37 am
seindah raut wajah yang sendu..sebening hati bak salju..sejernih kilauan mata bak mutiara..engkaulah kuntum2 bunga syurga,,”aduhai wanita sholeha”
30/08/2010 pada 12:16 pm
aduhai.,….kata katanyaa….
maaf kak…
indah ga bisa digombalin tuh..
hihihihi….
dikirim ke fans fans kakak ajah tuh kata2nya..pastimpada klepek2 deh..
01/09/2010 pada 12:07 pm
wanita sholehah adalah wanita yang menghiaskan dirinya dengan keimanan dan ketaqwaan pada Allah
30/08/2010 pada 12:17 pm
semoga Allah meridhoi indah untuk menjadi wanita sholehah…
01/09/2010 pada 12:08 pm
Amiiiinnn,,,
07/09/2010 pada 11:40 am
Subhanallah… itu dulu salah satu kriteriaku memilih istri. Smg tetap istiqomah ya mbah Indah!!!!
03/09/2010 pada 6:13 am
Dan sekarang sudah dapet istrinya mas?
insyaAllah mas… mohon doanya..
06/09/2010 pada 10:14 am
Memang, para muslimah dimuliakan Allah dengan mengenakan Jilbab, itu lebih menjaga dan memperindah dirinya,,,,
Salam semangat selalu dan jangan lelah untuk terus berdakwah ya Mbak Indah,,,
07/09/2010 pada 11:39 am
insyaAllah…
terimakasih supportnya…
14/09/2010 pada 11:28 am
Owh iyah Mbak, langsung saya List in my Blogroll huruf “I” ya,,,
Salam semangat selalu
07/09/2010 pada 11:41 am
semoga kita senantiasa istiqomah ya dengan jilbab kita.
senantiasa menuju ke arah yang lebih baik. memperbaiki ibadah kita selalu…. amin.
17/09/2010 pada 4:22 am
Hayuukkk Ukhti,, Kita sama-sama terus mengistiqomahkan diri selalu
Allahu Akbar,,,
11/11/2010 pada 7:02 am
sip….. ^_^ Allahu akbar…
11/11/2010 pada 12:16 pm
Rasulullah bersabda, “Para wanita yang berpakaian tetapi (pada hakikatnya) telanjang, lenggak-lengkok, kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga dan tiada mencium semerbak harumnya (HR. Abu Daud)
Rasulullah bersabda, “Tidak diterima sholat wanita dewasa kecuali yang memakai khimar (jilbab) (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, bn Majah)
29/01/2011 pada 12:26 pm
indahnya berjilbab ya Ndah!
sering banget gregetan ngeliat (yang ngakunya) muslimah tapi masih pamer aurat, mbonceng motor sampe nungging-nungging ga jelas, arghhhh..
23/02/2011 pada 7:36 am
Dear disha.. kamukah itu..? Apa kabar ndah?
24/02/2011 pada 5:30 pm
assalamu’alaikum indah,,
aq salut ma p’rjuanganmu tuk pakai jilbab,
kapan ea ndah aq isa nyusul kamu, aq ada niat, dan dukungan ma teman, hati aq juga m’nginginkan untuk b’rjilbab,,, tpi k’napa smapai skarang aq lum isa m’lakukan’ya,:-( padahal aq sangat m’nginginkan’ya. dan aq msih tanda tanya ma diriku. k’napa aq g’isa m’lakukanya padahal aq sangat,, m’nginginkan untuk b’rjilbab.
indah mohan do’anya ea, agar aq isa nyusul kamu,..
08/03/2011 pada 4:43 pm
wah….kenapa???
ayo donk…share sama indah….chatting sama indah yah kalo sempaat…
08/03/2011 pada 5:33 pm
selamat mbak itu pilihan yang benar
10/03/2011 pada 12:04 am
keinginan ini juga yang saat ini menghampiri saya
13/03/2011 pada 7:00 pm
ketika sudah ada keinginan… itu artinya hidayah itu sudah dekat mbaa…..
tutup mata tutup telinga dari segala bujukan syaitan yang melenakan…
tunggu apa lagi mba???
bisa jadi besok atau lusa atau sedetik kemudian kita sudah berjalan menghadapNya….
tidak inginkah kita pulang kehadapanNya dengan pakaian terindah..pakaian bidadari….pakaian yang dicintaiNya….??
coba deh sekarang ambil sehelai jilbab….pakai…dan bercerminlah…
coba lihat siapa yang ada dalam cermin itu????
bidadari kan?? ^_^
13/03/2011 pada 7:27 pm
Subhanallah…
24/05/2011 pada 8:52 am
memang masi banyak wanita wanita muslim yang enggan berjilbab. universitas saya adalah universitas islam yang mewajibkan berjilbab kalo di kampus. kadang saya miris sama beberapa teman teman saya yang cuma berjilbab waktu kuliah aja dan melepas jilbabnya diluar kampus, menampilkan tubuh mereka dan rambutnya ke khalayak umum.
kadang juga ada yang berkelit, ngomong nunggu hidayah, percuma pake jilbab kalo hatinya belum terjilbabi, singkat kata mereka belum siap.
tapi menurut saya, hidayah yang mereka nantikan buat pake jilbab gak bakalan dateng kalo cuma ditunggu, menurut saya, hidayah itu HARUS DIKEJAR.
dan menurut saya lagi,pakei jilbab itu WAJIB bagi seorang muslimah.
tapi ada lagi yang pakai jilbab yang belum syari, masih berpakaian tapi telanjang. hhh.. kalo mikirin itu bikin pusing deh.. hehehe
saya merasa cantik dengan jilbab yang saya kenakan, saya merasa cantik dengan syariat yang saya laksanakan.
smoga makin banyak muslimah yang sadar buat pake jilbab yang syari. amin
03/08/2011 pada 12:43 pm
jadilah guruku,ajarilah aku
20/11/2011 pada 12:11 pm
ajarilah aku bnyak hal tentang hidup ini
20/11/2011 pada 12:12 pm
kenapa islam mewajibkan wanita untuk berjilbab ?
Mengapa dalam Islam wanita diwajibkan memakai jilbab? mungkin teman-teman bisa mendapatkan jawabannya dari tulisan dibawah ini . . .
Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab? Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak kompromi. Bisa dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah sampai kembali masuk rumah lagi. Dan kamu tau? Di hampir semua tempat saya berada, kemana arah mata memandang selalu saja membuat mata saya terbelalak. Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang, mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah.
Melihat kedepan ada perempuan berlenggok dengan seutas “Tank Top”, noleh ke kiri pemandangan “Pinggul terbuka”, menghindar kekanan ada sajian “Celana ketat plus You Can See”, balik ke belakang dihadang oleh “Dada menantang!” Astaghfirullah… kemana lagi mata ini harus memandang?
Kalau saya berbicara nafsu, ow jelas sekali saya suka. Kurang merangsang itu mah! Tapi sayang, saya tak ingin hidup ini dibaluti oleh nafsu. Saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya tenang. Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata. Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau dipandang bikin sejuk di mata. Bukan paras yang membikin mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh pikiran “ngeres” dan hatipun menjadi keras.
Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi. Kecuali bagi mereka yang memang punya niat untuk menarik lelaki untuk memakai aset berharga yang mereka punya.
Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar kata dasarnya adalah penuh daya tarik seks. Kalau ada wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang punya fitrah dihormati dan dihargai semestinya anda malu, karena penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi anda, membayangkan anda adalah objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap anda melakukan lebih seksi, lebih… dan lebih lagi. Dan anda tau apa kesimpulan yang ada dalam benak sang lelaki? Yaitunya: anda bisa diajak untuk begini dan begitu alias gampangan!
Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak anda sudah membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan anda sendiri yang anda sajikan pada mata lelaki. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri anda, apa itu dengan kata-kata yang nyeleneh, pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan. Siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin anda menjawabnya “lelaki” bukan? Oh betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki dijaman sekarang ini.
Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual. Simpel saja, orang pasti akan beli kalau ada yang nawarin. Apalagi barang bagus itu gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk menerima. Nah apa bedanya dengan anda menawarkan penampilan seksi anda pada khalayak ramai, saya yakin siapa yang melihat ingin mencicipinya.
Begitulah seharian tadi saya harus menahan penyiksaan pada mata ini. Bukan pada hari ini saja, rata-rata setiap harinya. Saya ingin protes, tapi mau protes ke mana? Apakah saya harus menikmatinya…? tapi saya sungguh takut dengan Zat yang memberi mata ini. Bagaimana nanti saya mempertanggungjawabkan nanti? sungguh dilema yang berkepanjangan dalam hidup saya.
Allah Taala telah berfirman: “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya”, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An-Nuur : 30-31). Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[1232] ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al Ahzab : 59)
Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di ruangan kecil ini, duduk di depan komputer menyerap sekian juta elektron yang terpancar dari monitor, saya hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah mata saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tak bisa pertanggung jawabkan nantinya. Jadi tak salah juga bukan? kalau saya paling malas diajak ke mall, jjs, kafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikan keseksian.
Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilema seperti saya ini. Mungkin ada yang menikmati, tetapi sebagian besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa. Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan semakin menyiksa kami sampai kami tak mampu lagi memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk. Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati pemadangan yang anda tayangkan?
So, berjilbablah … karena itu sungguh nyaman, tentram, anggun, cantik, mempersona dan tentunya sejuk di mata ( DS )
15/03/2012 pada 10:41 am
commentnya bagus sekalii..:) terimakasih banyak
jazakallah khairan katsira..
15/03/2012 pada 12:58 pm