Archive for Juni, 2011

Silent Reader


Jarang menulis..jarang update…jarang blogwalking…namun catatan harian yang menorehkan lembar lembar bingkai kehidupan saya ini seperti tak pernah padam…

Statistik blog yang jauh dari kata stagnan, dan jumlah pembaca yang masih saja tak dapat dihitung dengan jari setiap harinya…

Coretan kecil ini, saya persembahkan untuk kamu. duhai “silent reader” yang dimuliakan Allah… terimakasih telah membaca catatan harian ini…. terimakasih telah tetap berada disini sekalipun saya tak pernah menyapamu…terimakasih telah menyelami bait bait tak beraturan yang saya kisahkan, terimakasih telah mengikuti episode demi episode bahkan rela penasaran dan bertanya tanya mengenai ending dari segala kisah saya ini….

Silent Reader….ketahuilah bahwa meski kamu tak pernah menyelipkan komentar, atau menjabat tangan saya untuk memperkenalkan diri, bagi saya kamu sangat berarti, tanpa kamu…catatan harian saya bukanlah apa apa…bahwa tanpa kamu, tak ada lagi bisikan bisikan yang menggelitik di relung jiwa saya untuk terus dan terus berkarya…

Siapapun kamu, dimanapun kamu berada, saya berharap Allah selalu menjagamu, Allah selalu mengasihimu,menyayangimu, dan memberkahi setiap langkah hidupmu..dan semoga saya bisa menjadi sahabat baik untukmu…semoga catatan harian saya bisa menjadi hal hal yang baik bagimu…semoga tidak ada yang sia sia dari yang saya tuliskan selama ini…semoga ada yang bisa kamu petik dari sini…amien.. :”)

Silent reader…just enjoy the silence…because i can feel..that you’re here…for me… :”)

note : gambar dipinjam dari fairuzelsaid


Tuna Rungu TIDAK Tuli!!

Pagi itu saya menatap seseorang dengan mengrenyitkan dahi, orang itu adalah sahabat saya, namanya Yohanes. Yohanes adalah salah satu sahabat saya di tempat kerja saya, dia seorang nasrani taat, yang menurut saya sangat menghargai saya sebagai muslim, dia teman kerja yang menyenangkan, dia selalu membuat saya tertawa, dan setelah hari ini, saya benar benar setuju bahwa Yohanes jauh dari sekedar “baik hati”, dia lebih cocok disebut, “sangat baik hati sekali”.

Yohanes pagi itu, sudah duduk di meja kerjanya sebelum jam kerja dimulai. Dia membuka sebuah buku kerohanian kristen, kemudian setelah membaca beberapa paragraf, dia nampak mengalihkan pandangan lurus ke depan, lalu dia memonyong monyongkan bibirnya tanpa suara, sambil menggerak gerakkan kedua tangannya kesana kemari.

Sepakat! bahwa pagi itu, saya menganggap Yohanes bertingkah aneh. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk mengajaknya mengobrol.”Yohan…kamu ngapain sih?aneh banget”…lalu dengan tenang dia menjawab “aku lagi latian bahasa isyarat..”.saya pun menyahut “hah??buat apa??”…kemudian Yohan pun bercerita, bahwa saat ini dia tengah punya kesibukan lain di luar jam kerja, dia mengabdikah dirinya untuk menjadi voulenteer bagi anak anak tuna rungu, di sana dia memberikan anak anak tuna rungu itu pendidikan moral dan agama. Yohanes menuturkan, bahwa ternyata, anak anak tuna rungu di Indonesia memiliki tingkat pendidikan moral yang rendah, karena keterbatasan yang ada pada diri mereka. Ada anak anak tuna rungu yang melakukan freesex , dan nyatanya mereka kukannya dengan senang hati, karena mereka tidak tahu bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah.

Yohanes prihatin dengan semua  itu, dan mencoba menjadi sahabat bagi para tuna rungu itu. Sungguh mulia apa yang dilakukan Yohanes ini, di sela sela kesibukannya bekerja siang malam tanpa kenal lelah, dia masih menyempatkan waktu untuk membimbing anak anak tuna rungu.

Satu hal yang saya petik dan masih tergiang di telinga saya hingga sekarang ketika pagi itu Yohanes berkata “mereka  memang tuna rungu, tapi mereka mau mendengarkan, ketika aku kasih tahu mereka bahwa apa yang mereka lakukan itu salah, mereka tidak akan mengulanginya,mereka mau memperbaikinya. Mereka jauh lebih baik daripada orang orang yang memiliki pendengaran yang normal, tapi tuli hatinya.tidak mau mendengarkan masukkan orang lain, menutup diri dari nasihat nasihat yang baik, dan bersikeras menjadi pribadi yang tidak mau berubah. “

“Bermata tapi tak melihat…..Bertelinga tapi tak mendengar
Bermulut tapi tak menyapa……Berhati tapi tak merasa”

- B I M B O -

Semoga kita terhindar dari hal-hal sedemikian
Semoga kita menjauh dari sifat sedemikian

Jangan sampai kita yang sudah diberi kesempurnaan panca indera, justru menjadi tidak lebih baik daripada mereka yang penuh keterbatasan. :) . Yeah.,,,mereka memang tuna rungu…tapi mereka tidak tuli.

nb: gambar diambil dari detikhealth


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 72 pengikut lainnya.