Archive for Februari, 2011

Kemarin….

Beberapa lagu jazz menemani saya malam ini..mengalu mengalir ke rongga telinga saya dan menggetarkan separuh bagian sudut hati saya. :’) Saya termangu sebentar, lalu tersenyum dan kembali membiarkan jemari saya menari nari di atas tuts netbook saya….

Saya mencoba memutar katup perekam di otak saya dan membiarkan mata saya terpejam sejenak untuk mengingat kembali begitu banyak hal yang terjadi…kemarin…ya..kemarin…semua tentang kemarin…

Dalam gelap yang saya rasakan ketika mata saya terpejam,,saya merasakan sesuatu yang tenang dan dalam..gemericik suara air hujan seolah menjadi melodi indah tersendiri bagi saya yang tengah mengingat tentang kemarin… (lagi…)


^me and my dearest annisa^

Berulang kali saya melirik jam di tangan kiri saya, berharap bisa membunuh waktu yang terasa cepat sekali berlalu. Kala itu, hari Sabtu 21 Agustus. Seharusnya saya sudah berada di Rumah Sakit Pelabuhan di daerah Jakarta Utara sejak pukul 07.00 karna ada jadwal tes kesehatan. Namun hingga kini, hingga waktu menunjukkan pukul 9.10 saya amsih berada di metromini, masih terjebak kemacetan di daerah Senen. Baju terusan panjang yang tadi malam saya setrika begitu rapi kini sudah berkerut kerut disana sini,jilbab saya juga, wajah saya yang tadi segar sekarang telah bersimbah peluh dan bercampur debu dan asap kendaraan dari jalan.

(lagi…)


saat sahabat tak lagi bicara

Dear diary…. rasanya kali ini saya sedang tidak ingin terlalu banyak berceloteh manja..merangkai butiran butiran mutiara kata agar menjadi indah..atau menampakkan senyum dibalik awan kelabu yang menyelimuti raut wajah saya..

Ah…kali ini saya sedang benar benar ingin curhat…

Diary…ingatkah kamu betapa saya selalu menjadi sahabat kesayangan kawan kawan saya sejak kecil? Ingatkah kamu bahwa mereka selalu mengembangkan senyum, melebarkan tawa dan merentangkan (lagi…)


award its a part of amanah :)

*Nomer 1 : Thank and link to the person who awarded me this award.*

Dari ranah yang jauh berseberangan dengan tempat saya menapakkan kaki, dua orang muslimah cantik menyampaikan kabar gembira kepada saya, menyematkan tanda kasih sayang sebagai pemererat tali silaturahmi antar muslimah yang indah. Sebuah award saya dapatkan dari ukhti jasmine amira..salah satu sahabat terbaik saya, yang selalu ada dikala suka maupun duka…. dan dari ukhti fitri melinda….seorang blogger yang cantik..dan memiliki banyak tulisan penuh makna… Ana uhibbuki fillah ya ukhti… :* (lagi…)


Kenapa saya harus berlari???

Sosok itu, sosok yang tidak saya kenal sebelum hari ini datang. Tiba tiba hari ini seorang kawan membawa saya bertandang ke tempat sosok itu berbagi hikmah yang menginspirasi banyak orang.

Sosok itu berbicara tentang berlari…sesuatu yang tentunya saya fikirkan setelah mendengar kata berlari adalah “letih….” …. oh…. kenapa saya harus berlari kalo dengan berjalan saja saya bisa sampai ke tujuan saya??ah,,,bukankah akhirnya toh sama saja? Bukankah akhirnya saya berhasil FINISH juga? Lalu kenapa berlari? Kenapa harus ngoyo? Kenapa tidak dengarkan saja kebiasaan lama yang sudah terpatri di negeri ini..alon alon asal kelakon….(pelan pelan asalkan terlaksana)…ah…Sosok itu…membuat saya tidak mengerti, kenapa sosok itu memilih berlari…bahkan sosok itu berlari walau tertatih….entah kenapa sosok itu seperti itu…. (lagi…)


Tentang Mimpi…

Angin dingin menyusup ke celah jendela mobil yangs aya tumpangi malam ini. Saya terjaga ketika mendengar suara  seorang pria yang mengatakan bahwa saya telah sampai di Bukitinggi, pria itu adalah bang fajar, seorang teman seperjuangan saya dalam menempuh karir, yang saat ni tengah ditempatkan di kantor Cabang Teluk Bayur bersama saya dan beberapa rekan lainnya.

Suara bang fajar membangunkan saya dari tidur lelap sepanjang perjalanan Padang – Bukitinggi. Dengan mata masih menahan kantuk dan dengan jiwa yang masih belum genap terkumpul, saya mencoba menggerakkan badan saya ke kanan dan ka kiri. Saya menepuk nepuk pipi untuk sekedar menghangatkannya dan akhirnya mulai beranjak dari jok mobil yang saya tumpangi. Kaki saya melangkah keluar mobil dan sempat terhenti karna terpana oleh pemandangan yang tertangkap oleh mata saya. (lagi…)


Ketika Ajal Mendekat

2 Februari 1989 19:07 , @Rumah Bersalin Bidan Sanyo

Seorang bidan bernama Cik Sanyo terkesima manakala seberkas cahaya terpancar dari seorang ibu muda seusai proses persalinannya yang berlangsung normal itu. Ibu muda itu mengusap peluh dan tersenyum ke arah bayi mungilnya. Suara tangisan bayi itu membahana diiringi gema adzan yang dikumandangkan sang ayah. Suasana yang penuh haru, jihad fisabilillah seorang ibu dilalui dengan persalinan normal. Merengkai kalimat takbir tiada henti dari sepasang suami itu.

2 Februari 2011 00:00 , @Padang Sumatera Barat

Saya masih terjaga ditemani dering handphone saya yang tak kunjung usai. Beberapa teman menelefon dan mengirimkan pesan singkat untuk sekedar memberikan ucapan selamat dan menyertainya dengan rangkaian doa doa yang indah penuh makna…Saya tersenyum, dan sesekali bulir air mata (lagi…)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 72 pengikut lainnya.