Renungan bersama si tanah basah…
Hujan deras pagi ini memaksa saya untuk sedikit bermalas malasan sambil meninggikan selimut tebal yang disediakan oleh emak(panggilan untuk ibu kos saya) di kamar saya ini. Bau tanah basah menyergap masuk melalui celah ventilasi yang hanya tertutup oleh plastik lebar yang sudah sobek disana sini.. Brrr…sambil memeluk diri saya sendiri dengan menelungkupkan kedua tangan di depan dada…saya mulai mengatur nafas. Saya enggan dinginnya pagi ini mematahkan semangat saya untuk kembali bekerja setelah berhari hari tergolek lemah tak berdaya di tempat tidur ini. (lagi…)
“Saya tidak menulis karna saya tidak punya inpirasi”
What a looooong title….!!!
itu yang ada di benak saya ketika jari jemari saya dengan lincahnya menuliskan judul tulisan ini.
Dengan mata terpicing ke monitor komputer kantor yang saya pinjam di sela sela jam istirahat, saya berusaha memecah konsentrasi antara menulis dan menanyakan pada hati nurani saya tentang hal ini.
Lama sudah saya terpaku, lama sudah saya membiarkan diary saya ini terlantar tanpa untaian kata – kata seperti yang dulu sering saya curahkan ketika sesuatu terjadi pada hidup dan kehidupan saya.
Benarkah saya tidak menulis karna sibuk?ataukah saya hanya sekedar “sok” sibuk?atau saya sudah kehilangan kemampuan menulis?atukah benar bahwa saya tidak punya inspirasi sehingga saya tidak mampu menulis apa apa lagi? (lagi…)


komentator indah