Menulis di atas semangkuk mie instan (the power of syukur)

Malam ini saya tengah duduk tersudut sendiri di sebuah warung tenda kecil di bilangan grogol jakarta barat. Deru kendaraan berlalu lalang lengkap dengan sahut sahutan klakson dari mobil mobil mewah yang saling beradu untuk menjadi yang terdepan memekakan gendang telinga saya. Kota ini benar benar kota besar,ya…benar benar besar,dan hingar bingar.
Namun keramaian ini tak juga membuat saya bersemangat. Saya masih saja tenggelam dalam lamunan lamunan kecil,membayangkan kemana saya akan melangkah,dan masih saja mengingat ingat kondisi rumah saya ketika saya tinggalkan. Suara suara itu rasanya masih bergaung di telinga saya,teriakan teriakan kemarahan,luapan luapan ego, nada tinggi dan bentakan,setiap hari menjadi makanan sehari hari saya di rumah.
Dan kini saya berada jauh dari rumah yang membuat saya lebih banyak murung daripada tersenyum. Saya hanya bisa mengeluh dan mengeluh, mengadu dan mengadu kepada Allah,agar kedamaian dan ketentraman menyelimuti keluarga saya.

Seorang bapak mengantarkan semangkuk mie instan yang saya pesan ke hadapan saya,di sela sela kerisauan hati,saya mengucapkan terima kasih sambil memandangi mie instan itu lekat lekat.
Saya mulai menikmati kelezatan mie instan itu sambil terus memandang ke arah jalanan yang lebar itu. Nun jauh di seberang sana,nampak seorang ibu duduk di bawah jembatan penyebrangan,menggendong bayinya sambil menengadahkan tangan. Di sudut yang lain,nampak seorang anak mengetuk ngetuk kaca mobil mobil mewah itu satu per satu,menantinya dibuka,dan mengharap uluran tangan.
“ah. . .betapa tidak enaknya jadi mereka. .tidak punya tempat bernaung. .tidak punya pekerjaan. .dan bahkan mungkin tidak punya uang untuk makan,membeli sekotak susu,dan untuk bersekolah. . “
dan saya?? “ah. .betapa beruntungnya saya, saya memiliki rumah yang hangat yang selalu siap menyambut saya dengan peluk erat setiap saya pulang, walau kadang harus melihat dan mendengar pertengkaran demi pertengkaran yang terjadi di sana. . “

sungguh tidak pantas saya mengeluh atas keadaan saya saat ini, bagaimanapun, saya masih punya semangkuk mie instan yang bisa saya makan dan sebuah handphone kecil di tangan saya yang bisa saya gunakan untuk bersms ria,menelepon,bahkan menulis.
Cukuplah semangkuk mie instan malam ini menyadarkan saya bahwa saya jauh lebih beruntung ketimbang banyak orang di jalanan sana.
Cukuplah semangkuk mie instan ini membuat saya berhenti mengeluhkan keadaan,berhenti murung,dan mengais semangat saya untuk kembali bersyukur kepada Allah.

Memang benar banyak masalah yang terjadi,banyak kejadian menyedihkan yang saya alami. Namun yang saya butuhkan sekarang bukanlah membenamkan asa dan menyudutkan diri melainkan memberikan ruang pada keyakinan hati ini…

Dan sekali lagi,bahwa tak pantaslah saya mengeluh atas masalah dan cobaan yang diberikan Allah kepada saya, karna saya masih punya semangkuk mie…dan wajib bagi saya untuk mensyukuri hidup saya yang indah ini…

Dan semoga semangkuk mie instan ini bisa menjadi pengingat saya untuk selalu menjadi insan yang pandai besyukur atas semua nikmat yang diberikan Allah kepada saya…

Allahumma a’innii ‘alaa dzikrika wasyukrika wahusni ‘ibaadatika…amien…

72 Tanggapan

  1. sering kali kit amelihat keatas, dan melupakan dimana kita sekarang berada.menjadikan diri ini seorang yang tidak pernah bersyukur dan selalu mengeluh terhadap yang didapat.

    terima kasih ya pencerahanya

    29/09/2010 pada 10:46 am

    • iyah..bener..oleh karena itu kita harus membiasakan diri melihat ke bawah agar kita bisa menyadari betapa beruntungnya kita dibanding kebanyakan orang di luar sana. :)

      04/11/2010 pada 4:42 pm

  2. banyak2 lah bersyukur.. ingatlah masih banyak orang yang tidak seberuntung kita..
    dan jangan lupa, ada hak orang dhuafa dalam rejeki kita..

    salam kenal…

    29/09/2010 pada 11:01 am

    • yup tul…jadi??mas fahmi..jangan lupa yah….2,5 % dari gaji tiap bulannya diberikan kepada yang membutuhkan..okai? :)

      04/11/2010 pada 4:43 pm

  3. jika dalam urusan dunia kita selalu memandang keatsa, apa yang diberikan oleh tuhan pasti tidak akan pernah cukup memberikan kepuasan pada hidup iin, begitu pula sebaliknya, rak nggih mekaten to?

    29/09/2010 pada 11:03 am

  4. dalam urusan dunia memang kita selayaknya melihat ke bawah, agar kita selalu merasa cukup dengan apa yang telah Allah berikan dan selalu merasa bersyukur atasnya

    29/09/2010 pada 11:09 am

    • ^_^ bener bgt mas alief…mudah2an mas alief dan indah termasuk golongan orang orang yang pandai bersyukur…

      04/11/2010 pada 4:48 pm

  5. Alhamdulillah atas semua yang Allah berikan kepada kita :)
    …maka nikmat Tuhan kamu yang mana yang engkau dustakan?

    29/09/2010 pada 4:44 pm

    • Fabiayyia Ala Irrobikuma Tukadziban,……..

      alhamdulillah…..syukron Ya Allah….sudah memberikan indah sahabat yang cantik luar dalam seperti mba aliaaa..

      04/11/2010 pada 4:57 pm

  6. cie, udah jadi orang jakarta lagi ni :mrgreen:

    30/09/2010 pada 2:25 am

  7. Bersyukur dengan apa yang kita miliki, bisa membuat hati menjadi tenang. Banyak orang kaya tidak bahagia dan masih kurang dengan yg dia miliki, karena tidak pernah bersyukur dan memperhatikan orang-orang yang lebih susah darinya.

    Postingan yang bagus, teruslah menulis, walaupun semangkok mie itu telah habis.

    30/09/2010 pada 5:04 pm

    • terimakasih telah membuat sebuah kesimpulan indah dari tulisan indah… :)

      insyaAllah…doakan indah bisa terus menulis yah… :)

      04/11/2010 pada 10:08 pm

  8. The Power of Syukur :)

    30/09/2010 pada 5:11 pm

  9. susah atau seang yang diberikan Tuhan kepada kita adalah anugerah yang terbaik untuk kita apabila bisa menyadarinya …
    ketika kita senang, jgn terlalu … begitu pula apabila sedang bersedih, jgn berpikir kita orang yang paling patut dikasihani di dunia ini …
    masih banyak orang yang nasibnya jauh klebih buruk dari kita …

    ~~~ Salam BURUNG HANTU ~~~

    01/10/2010 pada 7:25 am

    • luar biasa mas denuz….. terimakasih sudah melengkapi tulisan indah dengan begitu luar biasa…. :)

      04/11/2010 pada 10:11 pm

  10. semangkuk mie instan…oh…mi, aku pingin mie….hehe..
    salam
    selamat datang kembali mbak indah…sungguh indah hidup kita jika pamdai bersyukur

    01/10/2010 pada 10:06 am

    • indah suka mieee….loh???hehehe

      04/11/2010 pada 10:18 pm

      • saya juga suka mbak…apalagi ada yg traktir, hehe

        08/11/2010 pada 2:12 pm

  11. Kita memang harus pandai-pandai bersyukur, mensyukuri nikmat yang Allah berikan meski itu hanya sedikit… :cry:

    02/10/2010 pada 5:25 pm

    • bener mas asop….dan ga boleh nangis yaaahhh??hehehhehe

      04/11/2010 pada 10:18 pm

      • Eeeeeeh nangis itu tanda hati yang lembut… :D Bukan cengeng… ;)

        05/11/2010 pada 1:21 pm

  12. :(

    04/10/2010 pada 9:04 am

  13. Dalam setiap rasa syukur kita selalu ada kenikmatan didalamnya…kunci kebahagian adalah senantiasa bersyukur dalam keadaan apapun.

    06/10/2010 pada 12:27 pm

    • bener ummurizka…ketika dalam keadaan apapun kita bisa bersyukur…bersyukur atas nikmat…bersyukur atas cobaan….insyaAllah hidup akan selalu indah…. :)

      04/11/2010 pada 10:29 pm

  14. yang paling harus kita sukuri adalah HIDAYAH terbukanya hati, kelebutan hati yang Allah berikan, sehingga kita punya EMPATY
    ……………….
    uluran sedekah apapun yang kita bisa, jawaban dari syukur kita. semoga

    06/10/2010 pada 3:07 pm

  15. di dunia ini semua ada bagiannya sendiri.. syukur itu indah..

    07/10/2010 pada 7:45 am

    • syukur itu indah….
      semoga indah selalu bisa bersyukur… :)

      08/11/2010 pada 1:42 pm

  16. Tasheem al-Fahri

    alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah ..
    syukur, segala puji bagi Rabb yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang..
    sebagai teman ukhti,. ana mengingatkan, sebaiknya jangan terlalu sering makan mie instan tuu, hati-hati dengan kondisi sistem pencernaan yang pernah dibedah itu..hHe..muup.

    semoga Indah selalu selamat sampai tujuan..

    08/10/2010 pada 1:53 am

    • hehehhehe,,,terimakasih banyak sahabatkuuu…sudah selalu mengingatkan indah..
      hehe..
      ga sering2 kok.. ^_^

      08/11/2010 pada 1:43 pm

  17. Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku : http://www.yohanwibisono.com, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

    08/10/2010 pada 4:29 pm

  18. Allahumma a’innii ‘alaa dzikrika wasyukrika wahusni ‘ibaadatika…amien

    saya merasakan betul nuansa kebatinan tulisanmu kini ;)

    08/10/2010 pada 10:12 pm

  19. ciptabiru

    Ngomongin mie instant, saya jadi ingat sahabat saya. Dia kena leukimia dan gagal di kehamilan pertamanya. Kata dokternya, karena di masa lalu keseringan makan mie instan plus teh kemasan botol. Dulu, dia pikir makan mie instan adalah jalan terbaik karena alasan waktu dan kepraktisan. Apalagi ayah dan ibunya sibuk di pekerjaan dan karirnya masing-masing. Hampir tiap hari, mie instan menjadi pengobat laparnya dan teh botol penghilang hausnya. Sepuluh tahun kemudian, hidungnya yang kerap mimisan menjadi penanda awal datangnya penyakit menakutkan itu. Alhamdulillah…sekarang dia sudah menimang bayi yang terpaksa dilahirkannya prematur…

    09/10/2010 pada 12:32 am

    • duh…..so sad….hm,….
      semoga ada hikmah dibalik semua itu…

      hm….makasih banyak share nya mas…mudah2an bermanfaat bagi indah dan teman2.. ^_^

      08/11/2010 pada 1:47 pm

  20. Dalam sekali tulisannya, Mbak. Semoga kita senantiasa dikaruniakan hati yang selalu bersyukur ya.

    10/10/2010 pada 3:54 pm

  21. Untuk bersyukur, adakalanya kita harus disentil dulu, padahal dgn kita bisa bernafas, bisa menghirup udara pagi, dan bisa membuka mata kita stlh tidur, ahh banyak yg harus kita syukuri. Semoga kita termasuk orang2 yg mensyukuri nikmat yg terlah diberikan

    14/10/2010 pada 3:37 pm

    • iyah….bener mba dina…
      tapi ALLAH selalu punya cara yang indah untuk menyentil kita kok..^^,
      semoga kita termasuk orang orang yang bersyukur karena telah disentil dengan indah…amien…hehehe

      08/11/2010 pada 1:51 pm

  22. ….. Walau bagaimanapun, semoga syukur atas semua nikmat yang diberikan Allah subhanahu wa ta’ala masih bersama kita, :)

    - Alhamdulillah….

    15/10/2010 pada 11:58 am

  23. Kirain makanan di towel.. towell..

    21/10/2010 pada 4:04 pm

  24. Shinta

    Indah kemana ciiy… aku sudah habis beberapa mangkok mie niiiy…. kangen ma tulisan indah…:)

    22/10/2010 pada 8:48 am

    • maaf mba shintaa…
      indahnya baru menjalani masa karantina.. ^_^

      selesai karantina indah harus pindah ke bangka belitung buat kerja.. ^_^..

      sekarang udah mulai balik nulis lagi kok..^^,

      ^_^

      08/11/2010 pada 2:02 pm

  25. Subhanallah,…
    Kamana neehhh, tuan rumahnyah ?!

    23/10/2010 pada 10:06 am

  26. Catatan Perjalanan.

    Kisah jalan ini
    mungkin tidak elok
    mungkin terjal berliku
    kadang menukik
    mungkin kini terseok menanjak

    Hamparan pegunungan
    sejuk berselimut kabut
    bak kain sutra diatas
    hamparan kehijauan permadani
    sesaat tidak lagi menyapa

    Kicauan burung,tegur sapa
    ramah dalam senyum penduduk
    kini berlalu dari tapak
    jalan ini..

    Di kisah jalan ini
    nuansa lain menyapa
    seorang ibu dan tangan mungil
    menengada menjadi pemandangan
    miris menghiasi pelupuk mata..

    Rabbi,ibu serta anaknya itu
    dan semangkuk mie instan hangat ini
    membuatku tersadar akan indahnya hidupku
    hingga rasa syukur ini
    menjadikan keluh didada ini sirna
    berubah menjadi senyum indah
    dalam catatan perjalanan kali ini.

    24/10/2010 pada 10:58 am

    • wah…bagus sekali tulsiannya kang… ^^,

      08/11/2010 pada 2:04 pm

      • tulisan yang mana Ndah? perasaan yang diatas tulisan Indah deh :) *becanda Ndah*

        09/11/2010 pada 9:32 am

  27. retno setyorini

    Subhanallah..

    26/10/2010 pada 9:58 am

    • Subhanallah..walhamdulillah..walailaahaillalah…wallahuakbar.. ^_^

      08/11/2010 pada 2:05 pm

  28. Terima kasih atas informasinya,
    Semua sesuatu yang diberikan kepada kita, kita harus syukuri karena manusia lebih mulia dari apa pun.
    Salam kenal

    01/11/2010 pada 10:06 am

  29. ndah…
    ayo nulis meneh
    opo segitunya sibuk to smpai g bisa update???

    02/11/2010 pada 8:13 pm

  30. indah perlahan mulai kembali…
    mohon maaf atas semua komentar yang belum sempat indah balas satu per satu..
    jazakallah khairan katsira…..

    04/11/2010 pada 12:03 am

  31. Syukur … Forever …

    Jangan beri ruang untuk mengeluh …
    sebab mengeluh itu tak ada gunanya …
    hanya membuat energi negatif
    yang menggerogoti jiwa

    salam saya

    05/11/2010 pada 12:51 pm

    • syukur is beautiful.. ^_^

      makasih om trainer masih mau comment di tulisan indah… :)

      08/11/2010 pada 2:08 pm

  32. seringkali kita lupa seolah-olah kita adalah mahkluk yang paling sengsara padahal diluar sana banyak orang yang kehidupannya jauh lebih rumit daripada kita

    05/11/2010 pada 3:38 pm

  33. Subhanallah inspirational sekali. Bersyukur terus ya dpt nikmat karena disana banyak sodara kita yang kekurangan. Btw grogol deket kosan saya tuh, hehe.

    Nice share. salam.

    09/11/2010 pada 4:55 pm

    • terimakasih..^_^

      semoga kita selalu bisa mensyukuri smua nikmat Allah…amien…

      btw….oh..deket grogol yah?? :) dimananya?hehe

      10/11/2010 pada 10:29 am

  34. blogwalking lg jalan-jalan sore dan mampir, salam kenal…semangkuk mie instan sama secangkir kopi…terasa nikmat ya….

    22/11/2010 pada 5:36 pm

  35. Jangan pernah memandang sebelah mata hidup ini……..
    mungkin aku bukan orang seberuntung kalian…. tapi yang jelaz masih banyak orng yang lebih susah ri pada aku.,………

    thanxz buat infonya……. aku belajar banyak dari ini………

    21/02/2011 pada 10:03 pm

  36. echa

    Askm, ka aqu eca salam kenal yaaaa….. salut semangkuk mie ajah bsa qt bersyukur alangkah naifnya diri ini yang selalu mengeluh n mengeluh….. Astagfirullahal’adhzim.

    06/10/2011 pada 5:32 pm

  37. assalamu’alaikum salam kenal kakak, saya echa….
    wahh salut dari semangkuk mie ajah bsa bkin qta bersyukur, alangkah naif diri ini jika setiap harinya selalu mengeluh and mengeluh…. dari hal yang kecil sya belajar bersyukur. smga selalu bsa menulis kata2 yang dapat menggugah moivasi sesama yaaaa:)

    06/10/2011 pada 5:41 pm

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 72 pengikut lainnya.